Sabtu, 05 Januari 2013 Comments

Catatan : Jakarta - Banjir, banjir, banjir


Berhubung sekarang  masih dalam suasana kehangatan menyambut tahun baru , maka gue bakal menulis postingan ini dengan penuh semangat baru sambil menyalakan  petasan Kupu - kupu. Mari kita membuka lembaran baru,  berdoa agar  tahun ini lebih baik dari tahun lalu,  mulai senin hingga minggu jangan biarkan berakhir menjadi  tahun kelabu . Seperti biasa tulisan gue ini masih satu ‘spesies’ dengan postingan sebelum - sebelumnya. Yap masih seputaran masalah sosial yang terjadi di wilayah Negara gue. Ngomongin masalah sosial memang tak ada habis - habisnya, jikalau manusia sang pembuat masalah masih ‘ada’ di belantara dunia ini. Ya, kalau ga ada manusia, ya ga  bakal ada kehidupan. Begitupun masalah sosial, kalau ga ada masalah sosial ya ga bakal ada maknanya arti kehidupan ini. Sudahlah, seperti yang gue bilang dari awal ga bakal ada habisnya ngomongin masalah seperti ini.  To the point... inilah satu masalah yang jadi pokok curhatan gue kali ini. Cekidot!!!







Jumat, 23/11/2012 21:32 WIB

Banjir Setinggi 30-100 Cm Masih Genangi 7 Titik di Jakarta Malam Ini

Ramdhan Muhaimin - detikNews

Jakarta - Sejumlah kawasan di DKI Jakarta digenangi banjir akibat hujan dan meluapnya sungai-sungai. Dalam data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga malam ini masih ada 7 titik banjir di wilayah ibukota.

"Sampai malam ini, ada 7 titik yang masih banjir," ujar petugas dari Pusat Data, Informasi dan Operasional BPBD DKI Jakarta, Fahzy kepada detikcom, Jumat (23/11/2012).

Fahzy menjelaskan 7 titik tersebut terdiri dari 5 titik yang sudah dilanda banjir sejak kemarin dan 2 titik baru yang terjadi hari ini.

Dua titik banjir baru yang terjadi hari ini berada di wilayah Jakarta Timur, yakni di Kelurahan Pekayon dan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo.

Untuk di Kelurahan Pekayon, daerah yang dilanda banjir adalah RW 2 RT 7 dengan ketinggian air 10-50 cm, RW 4 RT 1 dan 5 dengan ketinggian air 30 cm sampai 1 meter, RW 7 RT 10 dengan ketinggian 80 cm, dan RW 9 RT 8 tinggi air 30 cm.

Sedangkan untuk di Kelurahan Kalisari banjir melanda RW 3 RT 13, RW 13 RT 13, dan RW 11 RT 07 dan 8 dengan ketinggian air yang sama 1,5 meter.

"Dua wilayah itu banjir mulai pukul 19.00 WIB tadi karena air kali meluap. Kalau yang di Kalisari, karena tanggul Kalisari jebol," ujar Fahzy.

Sementara untuk 5 titik lainnya, sampai saat ini masih digenangi banjir mulai dari 30 cm sampai 1 meter. Kelima titik tersebut adalah Bukit Duri, Pejaten, Cipulir, Bintaro di Jakarta Selatan, dan Sukabumi Selatan Kecamatan Kebon Jeruk di Jakarta Barat.

(*Sumber : http://news.detik.com/read/2012/11/23/213206/2099927/10/banjir-setinggi-30-100-cm-masih-genangi-7-titik-di-jakarta-malam-ini)

Banjir banjir banjir.  Berita di atas memang sudah tak asing lagi didengar bagi warga Indonesia,  tak terkecuali warga Jakarta. Jadi jangan heran bila setiap tahun  selalu dihiasi dengan berita tersebut.  Yap, sesuai judul, kali ini gue bakal membahas tentang masalah banjir yang kerap kali terjadi di Ibu kota negara kita, DKI Jakarta.  Setiap tahun berganti tahun demi tahun banjir, banjir, dan banjir selalu menimpa Jakarta, rasanya kurang afdol bila tak mendengar berita Jakarta tak terkena banjir.  Banjir  seperti tak bisa dilepaskan dari Jakarta, bagaimana tidak dari zamannya  doraemon belum mengenal nobita hingga nobita mempunyai cucu dan tamat (sekarang) banjir masih setia dengan Jakarta. Mungkin inikah yang dinamakan jodoh abadi ? Mungkin. 




Tak ayal warga Jakarta  seperti sudah terbiasa dengan masalah yang satu ini. Banjir dijadikannya bak hiburan waterboom gratis oleh anak - anak di jakarta. Selain  melatih teknik gaya renang kupu - kupu juga  diklaim mampu meningkatkan kualitas renang sang bocah - bocah tersebut. Aneh memang banjir yang menimpa Jakarta, baik turun hujan ataupun tidak tetap saja tergenang air. Yap, itu semua tidak terlepas dari daerah geografis Jakarta itu sendiri yang berada di sedikit dibawah permukaan laut, dibanding daerah - daerah sekitarnya Jakarta lah yang terendah. Jadi bila hujan turun di bogor katakanlah 3 hari berturut - turut, maka Jakarta yang justru tidak hujan sama sekali malah mengalami banjir. Ironman menangis, Ironis .  Akibatnya  kali - kali di daerah Jakarta menjadi meluap akibat kiriman yang dihasilkan dari hujan  di bogor tersebut.







Kasihan memang melihat tragisnya kondisi Jakarta, kota yang justru mengemban tugas sebagai ibu kota Negara yang merupakan citra Negara dan barometer ekonomi tersebut harus mengalami masalah seperti itu. Belum lagi kelar mengatasi masalah kepadatan penduduk, kemacetan, dan juga kriminalitas  diperparah lagi dengan banjir. Memang baru - baru ini Jakarta tengah berbahagia menyambut gubernur baru yaitu pasangan Jokowi - ahok yang terkenal dekat dengan rakyat nya tapi apa daya kebahagiaan tersebut perlahan sirna karena kedatangan banjir setelahnya.  Sebetulnya masalah banjir ini dapat dikategorikan juga sebagai bencana alam murni. Tetapi melihat polah tingkah warga Jakarta seakan - akan merujuk menjadi masalah sosial. Masalah yang disebabkan warganya sendiri. Yang lain tak bukan ialah kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.  




Jadi mau pemimpin nya superman - batman sekalipun ga bakal masalah banjir ini sukses terealisasikan kalau ga di dukung rakyatnya. Memang sih dari awal Jakarta memang sudah salah, salah dalam hal pembangunannya, bisa dilihat dari pembangunannya yang tidak merata yang mengakibatkan kurangnya resapan air.  Atmosfernya nya sendiri sudah sangat sesak dengan banyaknya gedung - gedung pencakar langit, asap - asap kendaraan yang terjebak kemacetan pagi  - siang - malam, tumpukan sampah dimana - mana dan minimnya ruang terbuka hijau. Bisa dibilang daerah ibu kota sudah tak sehat lagi. Dan berikut inilah rangkuman gue mengenai penyebab masalah banjir di DKI Jakarta.

 1.      Luapan Air Sungai / Kali

Beberapa sungai di Jakarta terbilang cukup lebar dan kedalamannya tidak berubah seperti salah satunya sungai ciliwung, namun yang jadi masalah di sekitaran sungai tersebut  terjadi peningkatan jumlah penduduk yang sangat signifikan yang menyebabkan ketidakmampuan sungai untuk menampung secara keseluruhan air buangan, air hujan dan bahkan sampah yang masuk ke dalamnya. Kemudian jika air sudah penuh, maka air akan menggenangi pinggiran sungai dan daerah rendah lainnya. Jika ini terjadi maka tamatlah alias banjir pun datang.





 2.      Kurangnya Resapan Air

Bagaimana tidak terjadi banjir, kalau gedung - gedung pencakar langit masih terus membooming dalam pembangunan di Jakarta. Yang mana menyebabkan  jumlah luas lahan terbuka hijau dan tanah kosong berkurang drastis , dimana menyebabkan  air hujan yang turun akan langsung meluncur dengan cepat ke selokan, sungai dan akhirnya ke laut. Jika air yang meluncur tersebut sangat banyak volumenya, maka otomatis tidak akan tertampung di saluran air yang ada. Alhasil air yang tidak dapat ditampung oleh saluran pembuangan air tersebut akan tergenang bebas. Jika ini terjadi maka tamatlah alias banjir pun akan datang.

 3.      Maraknya ‘Hobi’ membuang sampah ke sungai

Ntahlah dari mana hobi seperti ini datang, mereka lebih suka melempar, menendang, mengoper sampah ke sungai padahal gawang yang seharusnya jadi sasaran adalah tong sampah terdekat. Tidak heran setiap kali kita melewati sungai pasti yang kita temukan bukan sederet ikan sapu - sapu melainkan tumpukan sampah - sampah yang disapu warga sekitar ke sungai. Tragis. Memang sulit menghilangkan budaya keji seperti ini, dibanding menghilangkan budaya mengupil ditempat umum. Mereka malu mengupil ditempat umum, tetapi tidak malu membuang ‘upil’ ditempat yang tidak sewajarnya, seperti di sungai. Sudah jelas dampaknya akan dirasa mereka sendiri. Akibatnya aliran sungai terhambat, terjadi pendangkalan, kesehatan masyrakat pun bisa jadi imbasnya. Kalau sudah seperti ini ya tamatlah alias banjir akan datang.



 4.      Curah Hujan Yang Lama

Kalau yang ini bisa dibilang murni bukan kesalahan manusianya, bukan juga kesalahan tuhan sang maha pencipta hujan. Tetapi jika kondisi seperti ini terjadi dengan intensitas yang tinggi dalam waktu yang panjang , maka bisa dipastikan mengakibatkan suatu daerah yang tidak biasa terkena banjir menjadi banjir jikalau tidak sigap menghadapi kuantitas air yang tidak wajar di luar kebiasaan normalnya. Kalau sudah seperti ini maka tamatlah banjir pun datang.

  5.      Saluran Air Mampet

Kondisi yang memprihatinkan, dimana jika got, selokan, comberan, parit dan atau tempat lintasan tikus bermain nascar rumble lainnya mampet karena sampah, maka aliran air akan terhambat, dengan begitu air yang tidak bisa menembus deretan sampah tersebut akan meluap dan menggenangi di sekitar saluran air tersebut. Oleh sebab itu disini sangat perlu dibutuhkan kesadaran masyarakat yang tinggi untuk tidak membuang sampah sembarangan di mana pun berada.  Kalau bisa tiap seminggu sekali bersihkanlah saluran air depan rumah agar aliran air pun menjadi lancar. Jangan hanya membersihkan saluran pencernaan di dalam tubuh saja  tapi juga pikirkan saluran yang ada di sekitar, kalau mampet siapa yang terkena dampaknya kalau bukan orang yang berada disekitarnya. Kalau sudah seperti ini ya tamatlah, banjir pun datang dengan cepat tak mengenal mampet.




Lalu siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini? Superman - Batman ?  Pak Jokowi - Ahok? Lebih tepatnya semua rakyat yang berada di daerah DKI Jakarta tersebut. Bahkan juga semua warga Indonesia. Kita tahu banjir ini mutlak bukan semata  - semata bencana alam murni tetapi juga ulah dari manusianya sendiri. Dan juga kita tahu banjir tak hanya terjadi di Jakarta tapi juga hampir seluruh daerah Indonesia, tapi untungnya tak lama seperti yang dialami ibu kota Negara nya. Tapi bisa saja daerah lain pun merasakan seperti yang dirasakan Jakarta selama bertahun- tahun ini karena ulah manusia nya. Manusia yang kurang akan kesadaran menjaga lingkungannya. Merekalah, termasuk gue juga (jleb) yang harus bertanggung jawab akan masalah bencana banjir ini. Semua nya harus lebih ditegaskan mengenai pentingnya merawat lingkungan. Mulai dari membuang sampah di tempatnya, menanam tumbuhan hijau segar dipekarangan rumah, Ikut gotong - royong guna membersihkan lingkungan sekitar, ikut berpartisipasi penanaman sejuta pohon yang biasa diselenggarakan pihak pemda, membuat lapak pembuangan sampah disekitar rumah, meningkatkan kesadaran bahwa kebersihan sebagian dari iman, memberi saran anak agar jangan berdoa minta ‘waterboom’ gratis karena biasa doa anak gampang terkabul. Seribu langkah yang panjang dimulai dari Satu langkah yang kecil, simple kan.





 Selain itu juga banjir bisa menyebabkan seluruh aktivitas warga di kota Jakarta ‘lumpuh’  alias menjadi terhambat, dari mulai anak-anak sekolah, bahkan sampai ke karyawan. Seperti banyak sekolah yang diliburkan karena tergenang banjir.  Mungkin banjir ingin merasakan betapa sulitnya mengerjakan soal matematika. Ya semoga saja di tahun yang baru ini, banjir bercerai dengan Jakarta seperti yang terjadi pada artis - artis nya yang berlomba cerai dengan pasangannya di tahun sebelumnya.  Oleh karena itu mari kita buat agar banjir ilfeel terhadap Jakarta, dengan Apa? Ya seperti yang udah gue jelasin dari awal “Menjaga Lingkungan”. Itu adalah cara yang paling tepat dalam mengatasi masalah banjir, karena dengan menjaga lingkungan sudah mencakup semua program dalam memberantas banjir, seperti di bawah ini : 

  1.  Menambah dan memperluas gorong - gorong
  2.  Menambah tempat sebagai resapan air 
  3.  Memperbanyak dan memperluas ruang terbuka hijau 
  4.  Menggagas Proyek pendalaman sungai 
  5.  Memelihara hutan
  6.  Mengubah prilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai hobi pemancingan sampah       (memancing pakai sampah)

 Karena sejujurnya banjir tak akan datang bila lingkungan kita bersih, indah, rapih, dan segar. ~




       
readmore »»  
Jumat, 16 November 2012 Comments

Kasus Masalah Sosial - Tawuran antar pelajar


Oke postingan gue kali ini masih dengan hal yang berbau sosial, kalau sebelum nya gue menceritakan hanya secara garis besarnya saja, maka dari itu izinkan sekarang gue curhat garis terusan nya hingga membentuk baris dan kolom. Disini gue akan memberikan contoh gambaran atau kasus masalah sosial yang sering melanda indonesia. Sekali lagi gue tegaskan bahwa biang keladi penyebab yang membuat masalah - masalah sosial ini ialah siapa lagi kalau bukan kita sendiri, sebagai makhluk sosial. Masalah sosial kerap kali terjadi di negara ini, karena jumlah penduduknya yang makin lama semakin banyak , tetapi tidak diikuti dengan kesadaran akan adanya norma - norma yang berlaku. Membuat masalah tersebut sebetulnya gampang, tetapi mengatasi masalah nya bukan main susahnya, tak semudah membalikkan telapak tangan.

 

Seperti yang kita tahu, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi. Salah satu masalah sosial yang berhubungan dengan kriminalas yang belum berhasil diatasi karena terus mengakar dari dahulu adalah tawuran. Yap Tawuran, ntah itu tawuran antar kalangan pelajar maupun masyarakat dewasa. Tawuran bak tradisi masyarakat indonesia, bahkan sejak zaman nenek nya kakek gue masih demen ngompol di celana kata tawuran tersebut sudah membooming. Memang kalau sudah semacam tradisi dari tahun ke tahun seperti itu sulit sekali untuk diberantas, jangankan sampai 'akar' nya, baru sampai 'batang' nya saja sudah sukar sekali. Kalaupun sudah tercabut pasti bakal tumbuh lagi.. Tawuran itu merupakan masalah sosial yang ditimbulkan oleh dua atau lebih kelompok yang terdiri dari puluhan bahkan ratusan orang yang tergabung dalam masing - masing kelompok tersebut yang kemudian saling serang. Pemicu tawuran tersebut dapat beraneka ragam, seperti bermula saling ejek antara 2 orang yang berlainan sekolah kemudian perlahan mengadu ke teman - teman nya lalu akhirnya tensi semakin memanas, hingga puncaknya terjadilah peristiwa tawuran itu. Nah ini dia kasus tawuran yang sangat heboh antar pelajar, yaitu antara siswa sman 70 Jakarta dengan sman 6 Jakarta yang baru terjadi akhir - akhir ini yang hingga menewaskan 1 orang.




PENDIDIKAN - PENDIDIKAN
Senin, 24 September 2012 , 16:47:00

JAKARTA - Konflik antarpelajar SMAN 6 dan SMAN 70, Bulungan, Jakarta Selatan nampaknya tak pernah berakhir. Siang ini, Senin (24/9) sejumlah siswa dua sekolah tersebut kembali tawuran di Bulungan. Akibat aksi ini, seorang siswa SMAN 6, Alawi harus meregang nyawa setelah disabet senjata tajam oleh pelajar yang diduga dari SMA 70 tepat di belakang Blok M Plaza, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Peristiwa ini bermula ketika sekitar 20 pelajar dari SMAN 70 datang dan menyerang 15 siswa SMAN 6 yang akan bermain futsal. Penyerangan ini terjadi saat jam pulang sekolah. Alawi dan teman-temannya saat itu sedang berkumpul di sebuah tempat nongkrong terkenal di Jakarta Selatan.

"Tadi lagi nongkrong di Sevel, tiba-tiba diserang," jelas Faruq, teman Alawi.

Diserang tiba-tiba, para pelajar itu tak bisa berbuat banyak. Termasuk  Alawi yang tak bisa menghindari sabetan senjata tajam pelajar SMAN 70. Ia mengalami luka serius di bagian dada.

Faruq mengaku setelah melihat Alawi terkapar bersimbah darah, ia dan teman-temannya langsung membawa korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah, Kebayoran Baru. Namun nyawa Alawi tak dapat diselamatkan.

"Lukanya kena sabetan di sekitar dada, kayaknya kena celurit," sambungnya.

Sementara itu, menurut Kepala Kepolisian Resort Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat selain satu tewas, terdapat juga dua korban luka lainnya. Diduga dua korban terkena lemparan batu. Ia belum menyebutkan identitas dua korban itu.

"Peristiwanya sangat cepat, begitu mereka menyerang dan langsung bubar," tuturnya.

Saat ini, kata Wahyu, pihaknya sedang melakukan penyelidikan latarbelakang kasus pembunuhan tersebut, termasuk memeriksa beberapa saksi di tempat kejadian.

Dari berita di atas, bisa dilihat betapa sadis nya anak pelajar zaman sekarang, seorang siswa yang seharusnya terpendidik justru mempunyai sifat brutal seperti itu. Ironisnya para siswa tersebut justru berasal dari sekolah elit atau favorit di Jakarta. Tawuran antar pelajar memang sudah tidak lagi menjadi hal yang jarang terjadi di kota - kota besar di Indonesia, terutama di Jakarta. Fenomena ini bisa terjadi karena dilatar belakangi  banyak hal, dimulai dari hal sepele hingga hal yang besar.  Masalah yang sering terjadi pada umumnya Masalah yang sering terjadi pada umumnya adalah tindakan vandalisme di fasilitas umum ataupun pribadi, saling meledek ketika di angkutan umum, perselisihan pendapat dan bahkan hanya sekadar iseng untuk mencari kesenangan semata. Apakah hal tersebut pantas untuk dijadikan kesenangan ? Tidak. Memang hal yang memacu adrenalin sangat menyenangkan untuk dinikmati, tapi banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan jika ingin menikmati hal-hal yang 'berbahaya'. Kelogisannya, keuntungan dan kekurangannya, resikonya dan banyak hal lain yang seharusnya dipikirkan terlebih dahulu sebelum menikmati kesenangan yang memacu adrenalin. Sejujurnya disini peran orang tua, guru, pihak sekolah, pemerintah sangat dibutuhkan sekali. Kebanyakan orang tua tak mempedulikan apa saja yang dilakukan anaknya sewaktu di sekolah, inilah akibatnya karena kurangya perhatian dari orang tua.




Berikut ini adalah beberapa penyebab serta Solusi tentang tawuran antar pelajar yang semakin menjadi - jadi :

·        Perhatian Orang Tua

Mungkin ini adalah suatu tindakan kecil yang sangat berdampak besar pada gejolak jiwa seorang anak. Tapi bagi gue ini adalah suatu yang sangat berharga besarnya bagi pribadi seorang anak, selain untuk menuntun anaknya mengarah ke jalan yang lebih baik, tapi juga menenangkan hati maupun jiwa sang anak. Yap, kurangnya perhatian yang diberikan orangtua kepada anaknya seringkali membuat jiwa seorang anak terguncang. Menjadikan keinginan anak untuk mengekspresikan perasaannya menjadi melenceng. Hal seperti inilah yang kemudian  menyebabkan konflik di dalam kejiwaan seorang anak. Tetapi Berlebihnya perhatian orangtua juga dapat menyebabkan keinginan seorang anak untuk berontak, meskipun hal tersebut masih bergantung pada lingkungan tempat main atau sekitarnya yang biasa disinggahi oleh sang anak. Maka untuk itu, peran orangtua disini sangatlah penting untuk mengurangi keinginan sang anak untuk berontak. Berikanlah kasih sayang dan perhatian yang dirasa ‘cukup’ untuk anak, berilah ia kebebasan untuk berekspresi tapi tetap berada dalam pengawasan orangtua.



·         Pihak Sekolah
   
Pihak sekolah pun seharusnya dapat menjadi peranan penting untuk mengurangi fenomena tawuran ini. Ketika siswanya tawuran, pihak sekolah jangan terpaku diam saja. Pihak sekolah berhak dan memiliki otoritas untuk memberikan hukuman dan tindakan kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Pihak sekolah pun seharusnya memberikan ketegasan kepada siswa yang melanggar aturan tentang tawuran. Bukan malah dibiarkan dan menganggap hal tersebut adalah sebuah tradisi. Biasanya ini semua berawal ketika kita menginjakan kaki pertama di sekolah. Sebenarnya akar pemicu dari tawuran tersebut adalah berawal dari siswa sekolah itu sendiri, yap semua bisa berawal dari kegiatan pertama awal masuk sekolah yaitu Masa Orientasi Siswa (MOS). Kegiatan dimana para siswa yang baru masuk sekolah dikenalkan dengan lingkungan sekolah. Tetapi banyak yang melenceng disini. Seperti adanya sistem senioritas. Memang pada masa ini para senior berperan aktif dalam mennggalang siswa - siswa baru. Kalau ada siswa baru yang tidak disiplin, siap - siap saja kena omelan, bentakan, bahkan kekerasan fisik dari para senior. Ini yang menyebabkan kerusakan mental pada anak, jiwa anak bisa juga terguncang, mereka yang awalnya senang bisa masuk sma negeri pilihannya harus menerima kepahitan seperti itu. Akibatnya tradisi seperti terus turun menurun dari tahun ke tahun. Bagaimana tidak, siswa baru yang awalnya polos dihujani bentakan seperti itu justru merusak kejiwaannya, sehingga menimbulkan kepribadiannya berubah dari yang awalnya polos kini menjadi bringas. Kalau bisa apapun kegiatan yang dilakukan di acara MOS terus berada dibawah pengawasan guru, kalau perlu dihapus saja kegiatan seperti itu. Karena dari pengalaman gue, tidak ada untungnya. Lebih baik untuk menyambut siswa baru gelar acara yang lebih baik yang bersifat keagamaan seperti mentoring siswa melalui ceramah atau dakwah dari pak kyai atau ustadz. Hal semacam itu lebih bagus untuk pembentukan jiwa anak menjadi lebih baik untuk kearah kedepannya ketimbang acara MOS yang kadang menyimpang malah bikin kondisi mental anak menjadi tergoncang.



·         Lingkungan Main dan Sekitarnya

Seperti yang kita ketahui setiap pelajar memiliki prilaku yang berbeda, dan setiap prilaku yang terbentuk pada tiap-tiap pelajar merupakan cerminan dari lingkungan permainan yang biasanya dilakukan oleh pelajar tersebut. Seperti contoh pergaulan yang salah. Ini biasa terjadi pada anak - anak yang polos atau yang tidak mempunyai pendirian, mereka cepat sekali terpelosok masuk alur yang salah. Tak bisa menilai mana yang baik maupun buruk, bahkan tak jarang yang asal mainstream tanpa menilai nya terlebih dahulu. Ada suatu Pepatah mengatakan, 'karena nila setitik, rusak susu sebelanga', dari situ sudah terjelaskan bagaimana peranan lingkungan pertemanan seorang anak sangat berpengaruh bagi prilakunya. Usia muda adalah usia yang sangat rentan untuk tergoyahkan batinnya, seorang kawan memberikan usulan, maka sang anak akan melakukannya. Menjalin pertemanan kepada siapapun tidaklah dilarang, tapi setiap tindakan memiliki batasannya tersendiri. Oleh karena itu balik lagi ke kesadaran masing - masing individu tersebut. Pikir - pikir dahulu lah sebelum memilih jalan, salah selangkah saja bisa masuk jurang kegelapan.



Semoga masalah tradisi tawuran di negara kita ini, seperti kasus diatas tidak terulang lagi dan tercabut sampai akar - akarnya. Tawuran semacam ini sebenarnya tidak ada untungnya hanya kesenangan iblis yang sesaat, pikirkanlah orangtua kalian yang telah mensekolahkan kalian sebelum bertindak suatu hal dibatas kewajaran. Masa depan kalian sangat tergantung dari diri kalian sendiri. Kokohkan lah tiang pendirian kalian, jangan terpengaruh dengan bujukan setan. Semua  ini takkan terjadi bila tingkat kesadaran anak akan dampak tawuran tinggi. Yap tuntunlah diri kita kita ke arah yang lebih baik lagi.



readmore »»  
Comments

Masalah Kependudukan di Indonesia

Setelah pada postingan sebelum nya gue curhat tentang masalah sosial, kali ini gue bakal curhat kembali tentang masalah kependudukan di Indonesia. Memang intinya masih sama - sama ada unsur sosialnya, kalau sebelum nya gue cerita “gen virus” daripada masalah sosial tersebut, sekarang bisa dibilang cucu dari gen - gen tersebut. Lalu siapakah cucu - cucu gen tersebut? Ya, Siapa lagi kalau bukan kita sendiri, sebagai makhluk sosial. 



Yap pada dasarnya semua masalah berasal dari diri kita sendiri, makhluk dengan derajat paling tinggi, MANUSIA. Manusia diciptakan oleh Allah swt untuk menata suatu tatanan, entah itu bumi, negara, kota, desa, agar menjadi suatu tempat yang nyaman ditinggali untuk kemudian menjadi suatu kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Manusia itu sendiri 'muncul' di dunia ini lewat proses dari seorang ibu yang melahirkan, lalu manusia 'hilang' dari dunia ini pun lewat yang namanya kematian. Hari demi hari hingga tahun demi tahun terlewati dengan 'kemunculan' manusia - manusia baru yang semakin bertambah.  Lalu apa jadinya bila suatu negara jumlah kelahiran nya terus meningkat ketimbang jumlah kematian? Kepadatan?  Yap. Itulah inti dari permasalahan nya.. Masalah yang sedang dihadapi negara gue, Indonesia.



Fyi ajasih gue terlahir di negara indonesia, negara yang bisa dibilang kapasitas wilayahnya sangat luas. Karena gue tinggal disini sejak lahir maka gue bisa dibilang pribumi disini. Penduduk asli sini. So gue tau masalah - masalah kependudukan yang terjadi di negara tercinta gue ini. Masalah - masalah tersebut antara lain jumlah penduduk yang begitu besar, persebaran penduduk yang tidak merata, pertumbuhan penduduk yang tinggi , rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan perkapita, tingginya tingkat ketergantungan, kepadatan penduduk, dan lain sebagainya.  Sebenarnya penduduk suatu negara merupakan objek dan subjek suatu pembangunan. Sebagai objek artinya penduduk merupakan faktor yang harus ditingkatkan kualitas hidupnya. Sebagai subjek penduduk merupakan faktor proses pembangunan. Bila dilihat dari sisi yang berbeda, penduduk merupakan beban sekaligus potensi bagi suatu negara. Kenapa dianggap sebagai beban negara ? Karena negara harus dapat memberikan pelayanan kepada penduduknya, sedangkan sebagai potensi karena penduduk merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat memberikan sumbangan positif bagi negara. Oleh sebab itu kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh SDM negara itu sendiri.




            Oke balik lagi ke inti permasalahan nya, seperti yang gue bilang tadi, wilayah negara kita itu sangat luas, tetapi penduduk yang tinggal di wilayah negara kita tuh tidak merata. Banyak di sana, dikit di sini, banyak di sini, dikit disana. Yap, ada daerah yang sangat padat penduduknya, ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Untuk daerah yang sangat padat itu, kalian pasti udah pada taulah. Yap Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta sangat padat, menurut sensus tahun 2000, setiap satu kilometer persegi didiami lebih dari dua belas ribu orang. Sesak? Berebutan nafas? IYA!! . Akibatnya pagi siang malam tak kenal hari bulan tahun selalu terjebak kemacetan di jalan. Macet sudah seperi ciri khas dari jakarta itu sendiri. Kenapa mayoritas beralih ke jakarta? Ya, karena mereka menganggap jakarta adalah tempat pengaduan nasib yang cocok untuk meraih keuntungan yang lebih besar. Nah lalu fenomena di jakarta ini sangat berbeda dengan apa yang dialami dengan provinsi Kalimantan Barat. Disana hanya ada sekitar puluhan orang yang mendiami wilayah seluas satu kilometer persegi.



            Fyi ajasih negara Indonesia memiliki penduduk yang sangat banyak. Nah karena modal itu indonesia menduduki urutan keempat sebagai negara dengan jumlah penduduknya terbanyak setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 adalah 205,8 juta jiwa. Bangga? Umm...... tidak juga. Ini malah sangat merepotkan. Tapi coba tengok Cina, bertengger dipuncak klasemen dengan jumlah penduduk terbanyak, tapi lihat hasilnya. Negara mereka justru maju pesat tetap bertahan sebagai negara maju, itu semua karena kualitas SDM mereka yang jauh unggul dibanding negara kita. Negara kita masih banyak penduduk yang minim akan pendidikan, karena terganjal masalah ekonomi. Bahkan banyak dari mereka yang masih belum sempat menerima pelajaran dibangku sekolah. Ini jelas mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk indonesia.  Masyarakat indonesia juga kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Akibatnya masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus.

            Pendapatan per kapita penduduk di Indonesia juga bisa dibilang masih rendah. Pendapatan per kapita artinya rata - rata pendapatan penduduk setiap tahun. Rendahnya pendapatan perkapita ini berkaitan erat dengan banyaknya masyarakat miskin. Akibatnya makin banyak penduduk yang minim akan pendidikan, juga kebutuhan asupan zat - zat gizi bagi anak - anak semakin berkurang. Oleh karena itu banyak anak - anak yang menderita kecacatan fisiknya sejak lahir. Dan tidak tumbuh normal dengan anak - anak lainnya yang terlahir dari keluarga mampu. Sungguh tragis kondisi negara kita ini. Kasihan sekali melihat anak - anak yang mengalami seperti itu, anak - anak yang seharusnya bahagia pada masanya namun harus menanggung beban penyakit yang diderita nya.


         
Tingginya kepadatan juga menyebabkan masalah - masalah sosial lain nya, seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya angka kriminalistas atau tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan lain sebagainya. Berikut ini ada beberapa tips upaya - upaya mengatasi permasalahan penduduk yang melanda indonesia, Cekidot !!!

1.    Pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk

Yaitu dengan cara menekan angka kelahiran melalui pembatasan jumlah kelahiran, juga menunda usia perkawinan dini. Yap okelah untuk pembatasan jumlah kelahiran kita gunakan program yang telah ada, yaitu program suntik KB. Dan menghimbau kepada masyarakat bahwa mempunyai anak dua sudah lebih dari cukup, ketimbang punya anak lebih banyak. Karena kebutuhan zaman sekarang serba mahal, beda dengan zaman dimana superman masih memakai celana dalam nya di atas kepala, yang mengatakan banyak anak banyak rezeki.



2.    Pemerataan persebaran penduduk

Disini kita lakukan dengan cara  transmigrasi dan pembangunan industri di wilayah yang jarang penduduknya. Nah untuk mencegah migrasi penduduk dari desa ke kota, pemerintah mengupayakan berbagai program berupa pemerataan pembangunan hingga ke pelosok, juga diikuti dengan perbaikan sarana dan prasarana pedesaan, dan pemberdayaan ekonomi di pedesaan.




3.    Meningkatkan kualitas SDM

Kita tahu banyak penduduk yang masih mimim akan pendidikan nya, serta tingkat kesadaran akan pentingnya sekolah masih rendah. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima hal - hal yang baru. Seperti keterlambatan mengenal teknologi. Rendahnya penguasaan teknologi maju mengakibatkan harus mendatangkan tenaga ahli dari negara maju. Keadaan ini sungguh ironis. Untuk itu semoga kedepan nya SDM indonesia kualiatasnya lebih ditingkatkan, dan dapat mencontoh negara cina maupun Amerika Serikat untuk tercipta kestabilan dalam pembangunan negara ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil beberapa kebijakan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan masyarakatnya, seperti kebijakan wajib belajar 12 tahun, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, menyempurkan kurikulum sesuai perkembangan zaman, memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi, memberikan kartu program gratis belajar 12 tahun kepada anak dari keluarga kurang mampu, dan lain sebagainya.

     
Semoga kedepan nya indonesia mengikuti jejak negara cina maupun Amerika serikat ,meskipun jumlah penduduk banyak tetapi mampu bersaing untuk menjadi negara maju. Kita bisa kalau didorongkan dengan niat dan usaha, semua kembali lagi pada kesadaran diri masing - masing, semua takkan terlaksana dengan sempurna bila kesadaran kita akan pikiran meningkatkan kualitas SDM masih rendah. Kita lah makhluk sosial, kita lah yang membuat segala macam masalah, tapi kita lah yang juga harus bisa menyelesaikan masalah tersebut, jangan seenaknya saja hanya membuat masalah tanpa mengakhiri, seperti pada program ada 'start' pasti ada 'End' . Dan semoga akhirnya berakhir dengan Happy Ending ~


readmore »»  
Sabtu, 03 November 2012 Comments

All About Social - Virus Social No.1


                                               

            Oke pada postingan kali ini gue bakal curhat tentang masalah - masalah sosial yang ada pada lingkungan masyarakat yang masih gentayangan dari jamannya megalithikum hingga zamannya gue mengenal iphone sekarang serta sedikit tips dari gue untuk bagaimana upaya - upaya kita meminimilasir masalah tersebut agar tidak menjadi jamur di kehidupan kita atau bahkan menanggulanginya agar masalah - masalah sosial tersebut menjadi debu yang tersapu rapih kemudian dibuang ke tong sampah terdekat.




            Oke sebelumnya gue jelasin sedikit apa itu masalah sosial, ummm masalah sosial adalah masalah - masalah yang timbul bisa di diri kita yang kemudian berdampak pada yang lainnya, di lingkungan sekitar hingga mencakup seluruh yang ada di dunia ini, masalah - masalah sosial ini bisa dikategorikan sebagai masalah yang dikategorikan tak semudah membalikkan telapak tangan untuk “mendeletnya”, lalu siapa dibalik semua itu? Yang menimbulkan suatu perkara yang mana tak lain tak bukan adalah manusia itu sendiri.


Nah kebetulan gue itu manusia, yang mana kata guru - guru gue manusia itu adalah makhluk sosial. Makhluk yang tak dapat hidup sendiri tanpa bantuan makhluk lain. Yap gue gak bakal bisa sebesar ini tanpa orang - orang terdekat gue yaitu orang tua gue, yang melahirkan gue. Sanak saudara gue, sahabat serta teman, dan bahkan orang - orang sekitar gue yang kenal maupun tidak. Tanpa ada nya hubungan sosial dunia pasti bagai tong sampah yang banyak sampah di dalam nya tetapi tak berguna.  Gue pun begitu, tanpa adanya manusia disekitar gue, gue pasti sekarang udah berada di tempat pembuangan sampah, gak berguna, seperti sampah. Kita tuh hidup pasti selalu ada yang namanya saling kebergantungan terhadap manusia lain, contoh kalo gak ada pedagang,mau makan apa gue? Jerami? Ke hutan dulu nyari bahan makanan, Iya!. Seperti itulah gambarannya. Yang namanya merajut hubungan pasti kenal yang namanya masalah. Yap itu udah seperti bumbu perasa, tak ada makanan yang tanpa bumbu, begitu pula hubungan sosial. Pasti ada yang namanya batu ganjalan atau masalah. Membuktikan tak ada yang sempurna di dunia ini. Baru kemudian hidup bahagia kemudian ada masalah baru lagi dan seterusnya saling memutar.




 Banyak masalah sosial yang timbul di dunia ini, gak usah jauh - jauh deh, di lingkungan sekitar aja udah bejibun banyaknya, ya contoh aja kemiskinan, banjir, tawuran antar mahasiswa bahkan siswa, pengangguran, angka criminal semakin tajam melambung, maling jemuran tetangga, udah cukup gue gak akan sebutin satu - satu bisa - bisa tulisan gue ini bakal menjadi novel setebel kamus bahasa inggris - indonesia. Berikut ini gue akan menjelaskan secara terperinci masalah sosial yang sering atau paling muncul di negara gue ini maupun lingkungan sekitar gue beserta tips dari gue untuk mencegahnya, sebenernya menurut analisis pemikiran gue cuma ada 1 hal masalah pokok sosial yang ibarat gen dari anak - anak virus lalu berimbas ke masalah sosial yang lain. Apakah masalah terbesar itu? Mari cekidot!!


 .
                       
               Kebodohan

Yap bodoh. Ini adalah masalah sosial yang terbilang "angker" karena muncul dari diri kita sendiri. Merupakan gen dari virus sosial yang lain. Inilah induk dari segala induk permasalahan yang ada. Kalau semua orang di dunia ini “Pintar” maka angka masalah sosial itu pun mungkin akan sebesar 0,5 % . Tanpa disangka ini adalah musuh terbesar kita.  Kita bodoh maka akan cepat kita diperalat orang lain. Ini pula lah yang mengakibatkan merusak masa depan kita untuk mencapai cita - cita kita, impian kita,  angan - angan kita.



Sebenernya inilah inti masalah dari permasalahan yang ada. Karena kita bodoh kita tak tahu jalan mana yang kita ambil untuk melangkah. Bisa - bisa jatuh di jurang kegelapan. Contoh awalnya kita anak polos baik - baik, lalu kemudian berkenalan lah kita pada seseorang, yang mana kita tak tahu asal usul orang tersebut, karena kita polos okelah kita pun akhirnya berteman, lalu diajaklah kita pun bersalaman dengan teman - teman dia yang lainnya nya, hari demi hari terlewati bersama orang itu dan teman - temannya  nya dan tanpa sadar kita terbiasa dengan pergaulan baru ini, dimulai kita diajaknya menghisap sebatang rokok, pergidan pulang sampai larut malam, kita mengenal apa dunia malam itu sebenarnya , yang biasa kita ke masjid sekarang ke seven eleven , yang biasa ngaji baca alquran sekarang karaokean baca lirik berjalan, yang biasa melihat marawisan sekarang melihat video porno hingga mimisian, hingga seiring berjalan nya waktu tanpa kita sadari merusak semua kepribadian kita yang awalnya polos sekarang jadi jonggos akibat efek dari pergaulan ini. Yang mana intinya dari kebodohan kita sendiri malah membuat kita memilih wrong way, jalan yang salah. Rusak lah semua impian kita, cita - cita kita, masa depan, serta kepercayaan orang tua kita. Sungguh tragis.

Tips :


Fyi ajasih anak jaman sekarang terlalu mainstream, mereka terlanjur memakan burung ababil. Yap mereka menganggap kalo gak ikut alur maka dinyatakan gak gaul. Mereka salah, mereka bodoh jika tidak memikirkan nya terlebih dahulu sebelum melangkah, bukan gaul yang ia peroleh melainkan salah gaul. Boleh kita bergaul dengan siapa aja, asal kita tetap menjaga tiang kita agar tak rubuh dikemudian hari. Tetap lah prioritaskan impian kita di paling ujung tangga, jagalah jangan sampai jatuh ke jurang kegelapan. Alih - alih bukan cita - cita baik yang kita dapat melainkan kata - kata buruk yang kita dapat, yang diarahkan kepada kita. Nyesek? Iya. Sekali lagi, kalau mau gaul "Stay on the way in your way and dont post your position in a wrong way". Dan agar terhindar dari bakteri kebodohan yang menggerogoti pikiran kita, coba lah ingat - ingat kembali motivasi kata - kata yang terucap dari yang utama kedua orang tua kita, kemudian saudara - saudara kita, guru - guru kita. Apa kita mau bodoh di hadapan mereka semua yang telah membimbing kita? Apa kita mau bodoh di depan mereka semua yang telah susah payah mengajari kita? Malu? Siapa? Kita dan juga mereka. Yap mari kita semua mengobati kebodohan kita dengan cara belajar yang rajin, cari ilmu yang bermanfaat sebanyak mungkin, kuatkan iman kita dengan menjalankan ibadah kita terhadap yang maha Esa, teruslah motivasi diri kita sendiri agar menjadi pribadi yang Diidam - idamkan orang terdekat kita terhadap kita. 





Karena orang bodoh hanya tinggal bersama sampah, yang tak berguna di kehidupan masyarakat kalau bukan hanya mencari - cari masalah. Maka timbul lah masalah sosial yang baru dari seperti kemiskinan, pengangguran, tawuran, salah pergaulan, banjir. Semua itu tak terlepas dari biang keladinya yang lain tak bukan adalah kebodohan itu sendiri. Mereka bodoh karena minim pendidikan maka lahirlah kemiskinan. Mereka bodoh padahal udah tau dampak negatif dari tawuran tapi tetap saja melakukan aksi tawuran. Mereka bodoh padahal tau kalau membuang sampah ke sungai maka sungai akan mampet maka akan terjadilah bencana banjir. Jadi intinya kebodohan kita lah yang memicu menaiknya angka masalah sosial yang ada. Oleh karena itu mulai dari sekarang, bergerak lah, sadarlah, carilah obat ampuh agar kita terbebas dari virus kebodohan ini kalau ingin hidup bahagia dan sejahtera, karena semua itu berawal dari diri kita sendiri yang mana pemilik dari status makhuk sosial.




readmore »»  
Jumat, 19 Oktober 2012 Comments

My Journey..My Life...

            Oke   setelah  sekian  lama  gue  tidak  mengurus  blog  ini  dengan  hanya  meninggalkan  sebiji  posting. Alhasil  ketika  gue  kembali, blog  gue  ditemukan  sudah  tidak  bernyawa.  Sungguh  tragis.  Oke  pada  postingan  kedua  blog  gue  ini,  gue  berharap  tidak  larut  dalam  ke - lebayan. Karena  postingan  kali  ini  menyangkut  nilai  kuliah  gue.  Yap  ini  tugas  pertama  softskill  gue.  Tugas  ini  menuntut  gue  menceritakan  semua  seluk  beluk  tentang  gue  sejak  lahir. Yap  sejak  gue  di dalam  kandungan  rahim  ibu, mungkin.


   
            Tertanggal  26  juni 1994  telah  lahir  seorang  anak  lelaki  di muka  bumi  ini, dari  suatu  rumah  praktek  bidan. Diikuti  suara  isak  tangis  bahagia  dari  seorang  ibu, yang  senang  anaknya  telah  lahir  dengan  selamat.  Sang  bidan  pun  menghela  nafas  lega  setelah  berhasil  melaksanakan  tugasnya.  Lalu  siapakah  anak  yang  terlahir  itu?  Dia  bukan  Iron  man, bukan  juga  spiderman. Tetapi  ialah  tokoh  spesial  yang  mewakili  semua  cerita  ini. Yang  lain  tak  bukan  adalah  gue  sendiri.
  
            Bekasi, disitulah  tempat  dimana  gue  dilahirkan. Disitu  juga lah  gue  dibesarkan, dan dari  situlah  semua  cerita  pahit,  asam, manis  campur  aduk   terukirkan. Alfi  Syahrin, yap itulah  nama  yang  diberikan  orang  tua  kepada gue.  Nama   yang  harus  gue  emban  selama  hidup  di  dunia  ini. Yang  merupakan  salah  satu  harta  yang  sangat  berharga  dalam  hidup  gue. Gue  mengawali  kehidupan  dengan  nama  itu  dan  mengakhirinya pun  pasti dengan  nama  itu  juga, sampai  terukir  rapih  di batu  nisan  suatu  saat nanti. Gue  sangat  bersyukur terlahir  dengan  keluarga yang utuh, dan  tidak adanya  kecacatan dalam diri gue. Mempunyai ibu  dan  juga  ayah, sungguh  bahagia. Semua  tergambar  dengan  tangis  bahagia gue  ketika keluar  dari  rahim ibu “ Oeeek oeekk”. Mengisahkan  masa  kecil  sungguh  membuat  gue  ingin  kembali  ke masa  ini, ditimang - timang, di nina boboin, di suapin, masa  dimana  gue  tak  mengenal  batu  krikil  atau  masalah  dan  rintangan.


  
            Oke  singkat  cerita  gue  pun  sudah berusia 6 tahun dan duduk di bangku sekolah dasar. Yap gue ketika itu menjadi murid SDN kayuring jaya XI. Seperti hal yang sewajarnya dialami anak seumuran 6 tahun, disini gue dituntut agar lancar menulis, membaca, menghitung, dan berbicara. Beruntung sebelum itu gue sempat masuk di Taman kanak - kanak (TK) jadi sedikit lebih mudah menjalaninya. Inilah awal pertama gue merasakan suasana hidup bersekolah. Awal dari sebuah tantangan menuju kehidupan dunia real yang sesungguhnya. Gue pun memulainya dengan penuh semangat, bersama ayah membeli tas baru, sepatu, buku, dan seperangkat alat tulis. Hari pertama pun terlalui dengan penuh semangat. Alhasil karena saking semangatnya, keesokan nya gue pun sakit. Kasihan. Gara - gara sakit ini pun dari hari kedua sampai kelima membuat gue absen sekolah, dan gara - gara ini pun gue mesti ke dokter, dibawa paksa nyokap ke rumah sakit terdekat. Berawal dari sinilah membuat gue ingin bercita - cita menjadi dokter, karena dokter saat itu menyembuhkan sakit gue. Gue pun senang. Senyum Bahagia.
     
           

               Hari - hari di sekolah pun terlalui, dimulai dari dapat banyak teman, dapat pengalaman baru, dapat ilmu, dll. Gue yang awalnya bodoh berkat sekolah jadi sedikit bodoh, yang awalnya lemot jadi semakin lemot. Ummm... Gue dulu terbilang agak sedikit nakal atau susah diatur. Bokap nyuruh belajar, gue keluyuran main entah kemana. Pulang sekolah langsung main, pulang main langsung sekolah umm…. Entah main kelereng, layang - layang, tepak jongkok, petak umpet, ngumpetin sendal anak tetangga, dll. Bener - bener random kenakalan gue masih kecil.  Yap gue pun sekarang sudah menginjak usia 12 tahun, dimana Ujian Akhir Sekolah akan dilaksanakan. Gue yang mulai sedikit bodoh ini tidak terlalu takut menghadapinya, tidak seperti teman gue yang lain yang sampai mengigit celana dalamnya tiap malam saking stresnya. Alhasil nilai ujian diatas rata - rata pun berhasil gue raih. Dengan ini pun gue dinyatakan lulus SD. Gue senang. Senyum bahagia .


    
            SMPN 7, Bekasi. Itulah sekolah selanjutnya yang gue tempuh. Naik level dari tingkat SD menuju SMP ibarat dari level easy, dan sekarang gue berada di level normal. Sungguh berasa banget tingkat kesulitannya, yang tadinya gue selalu bermalas ria, sekarang gue harus bermalas "aja". Yap gue harus mengurangi kemalasan gue dalam mengerjakan tugas, pr dan juga belajar. Gue disini dituntut meningkatkan kualitas belajar gue, bukan hanya karena nanti ada Ujian Nasional yang mana tak ada dalam waktu gue SD  tapi juga menyangkut masa depan gue juga. Banyak pelajaran yang gue dapet dari masa SMP ini. Yang tadinya gue nakal habis suka bikin anak tetangga nangis dengan nyelipin kecoa ke calana lepis, sekarang gue jadi selalu pengen pipis dikala tugas tanpa henti datang senin - kamis. Sungguh mengiris - iris. Tragis. Banyak juga hal yang awalnya gue gak tau sekarang jadi tau. Seperti mengenal kata cinta. Apa itu cinta? Gue gak bakal bahas disini, bukan karena takut tulisan ini bakal jadi sebuah buku saking panjangnya. Ummm tapi kalo gue jelasin bakal merubah semua tema ini. Ingat ini tugas softkill gue. Pasti ujungnya gue bakal terpelosok jatuh di dalam jurang kelebayan. Oke singkirkan kata cin*a. Sistem di Smp beda banget dengan SD, di SMP kita mengenal yang namanya MOS ( Masa Orientasi Siswa). Yaitu masa orientasi kita selama awal masuk sekolah, yang biasa diadakan selama 3 hari. Ini acara lumayan mengasikan, ya kita jadi lebih mengenal lingkungan di Smp, cepet akrab dengan teman baru lah. Banyak kejadian – kejadian yang gue alami ketika masa ini, seperti disuruh keliling lapangan karena lupa mengerjakan pr, mimisan ditengah jam pelajaran, dikejar anjing ketika pulang, beli gorengan lupa dibayar. Ujian Nasional pun usai, dengan meninggal nem ala kadarnya 33,84. Itulah hasil dari selama gue di SMP


            
                Berkat Nem yang terbilang “cukup” itu pun gue masuk ke SMA 12 Bekasi pilihan ke-3 dari sistem penerimaan siswa baru melalui Online . Awalnya gue pengen masuk Sma 2 tapi daya, yang maha Esa berkehendak lain. Oke  dengan berat hati pun akhirnya gue melangkahkan kaki di sekolah tersebut. Awal melihat sekolah tersebut gue kaget bukan maling, ternyata sekolah tersebut masih baru. Yap masih berdiri kokoh kayu, bambu penyanggah sekolah tersebut. Gue menghela nafas sambil menelan ludah begitu lihat pemandangan di sekolah tersebut , bukan hanya gedung yang belum jadi tapi juga halaman depan sekolah masih penuh dengan rumput, kebun dan tanah merah. Oke dengan menarik nafas panjang sambil merenung, gue putuskan tetap bersekolah disini. Gue sadar sekolah tuh nyari ilmu bukan mencari AC, biarlah yang terpenting gue masuk sekolah berstatus negeri. Dan hal yang menjekelkan adalah masa orientasi, berbeda dengan tingkat Smp yang terbilang mengasyikan, ternyata di Sma kita selalu dikerjai oleh kaka senior. Suruh bawa ini, bawa itulah dengan penuh kata teka – teki. Kita diajari untuk lebih dewasa dan mandiri, telat semenit saja kita bakal dihukum oleh kaka senior. Kadang juga dibentak kalo kita melakukan kesalahn atau tidak disiplin. 




               Di Sma gue lebih meningkatkan lagi kualitas belajar gue, untuk berjuang lulus sekolah dan juga mendapat perguruan tinggi negeri favorit gue Universitas Indonesia. Memang jaman Sma dibilang masa paling Indah, banyak kejadian - kejadian konyol yang gue alami. Setiap hari di kelas selalu dipenuhi riang canda dan tawa , semua bagaikan bak keluarga, dan sampai kapan pun gue gak bakal lupa suasana - suasana tersebut, kelas yang penuh dengan campuran berbagai aneka bumbu asam, manis pahit asin jadi satu, yang kemudian kita namakan kelas tersebut dengan sebutan SINCOS ( Science One Community), yap kelas Ipa 1. Setelah 3 tahun berlalu, melalui beraneka macam kerikil dan perlahan gedung sekolah juga sudah mulai mencakar langit karena sudah berlantai 3. Yang semula berat hati masuk sekolah ini karena gedung yang belum jadi  sekarang berat hati pula untuk meninggalkan semua kenangan yang sudah terjadi.

            
            Akhirnya  gue  pun lulus Sma, lulus dari sekolah, lulus dari Embel - embel “Siswa”. Kini gue menatap ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu menuju ke tingkat perguruan tinggi untuk meraih embel “ Mahasiswa”. Memasuki pintu gerbang dunia real yang sesungguh nya, ibarat sudah berada pada level “hard” menemui sejuta rintangan & tantangan yang sebenarnya. Yap gue bersyukur tinggal bersama keluarga yang terbilang “ mampu ” bersyukur juga sampai saat ini kedua orang tua gue masih utuh. Alhasil  gue pun meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Awalnya gue ingin masuk Universitas Indonesia tapi lagi - lagi yang namanya bersaing masalah nilai gue selalu kalah. Yap gue gagal tes tulis Snmptn 2012. Tapi yasudahlah berkat pengalaman dan seiring bertambahnya umur gue pun meridhoi kalo kuliah di kampus swasta. Toh yang dicari ilmu. Pilihan pun tertuju pada suatu kampus yang berlokasi satu kota, yaitu Universitas Gunadarma. Gue masuk ke jurusan Teknik Informatika. Ini atas dasar kemauan gue sendiri bukan karena dari pengaruh teman atau pun orang tua. Tapi dari pengaruh perkembangan zaman. Sekarang teknologi sudah sangat pesat perkembangannya, gue pun salah satu yang mengikutinya. Dari situ timbul niatan atau ambisi gue, agar dapat berpengaruh juga dalam pengaruh teknologi ini. Yap seperti membuat software, mengenal lebih jauh teknologi itu sendiri. Benar, gue kepincut untuk membuat sebuah program applikasi yang dapat berjalan di komputer, tidak hanya menikmatinya saja, tapi membuat. Dan karena perubahan zaman inilah yang pada mulanya gue bercita - cita menjadi dokter, sekarang berubah menjadi programmer handal sekaligus orang yang berpengaruh dalam pengaruh teknologi ini. semoga semua keinginan itu dapat gue capai dengan kerja keras. Ohiya kenapa gue memilih universitas Gunadarma ? Ya…dari informasi yang gue dapat kampus ini terbilang cukup terkenal di bidang IT nya, dan juga di kampus ini semua berbasis IT. Bukan hanya itu jurusan IT disini juga terbilang bagus karena grade nya adalah A.


            

               Gue pun  kini berubah jadi siswa menjadi mahasiswa, sebelum meraih “ mahasiswa” itu, gue diharuskan mengikuti masa orientasi yaitu Ppsppt ini sedikit berbeda dengan masa orientasi masa sekolah meskipun makna yang tersirat sama yaitu perkenalan di dunia baru. Pertama Ppsppt Universitas disini kita dijelaskan mengenai semua hal yang berbau universitas, seperti aturan - aturan yang berlaku selama mengikuti perkuliahan, mengenal lingkungan kampus, dan juga penjelasan dari arti “ Universitas” itu sendiri. Kemudian setelah acara ini ada yang namanya ICT yaitu perkenalan dengan kampus di bidang IT nya, kita disini diberi tutorial dalam membuat blog yang diperuntukan untuk tugas semasa kuliah nanti, yang seperti yang gue tulis ini. Kemudian setelah itu ada yang namanya kuliah perdana yang dilaksanakan di kampus Depok. Disini dijelaskan lebih rinci tentang jurusan yang gue pilih yaitu IT sebelum memulai kuliah yang sebenarnya, agar gue lebih mempersiapkan apa yang dibutuhkan selama menjalani di jurusan ini. Kuliah pedana ini bukan berarti kuliah pertama sesungguhnya, karena kita semua 1 jurusan, semua kelas entah dari bagian kalimalang, depok digabung jadi satu dalam ruangan auditorium. Setelah kuliah perdana ada yang namanya Ppsppt fakultas yaitu semacam Ospek atau pada zaman sekolah disebut Mos. Inilah salah satu yang menjengkelkan selain karena dibentak - bentak kaka senior karena kurang disiplin, tapi rambut gue yang habis dipangkas sampai 1 cm. Karena kita dituntut untuk membotakan rambut. Tapi gue tau makna dibalik botaknya rambut gue , bukan karena gue tambah culun atau terlihat mirip pak raden tapi karena setiap kita memulai sesuatu pasti dimulai dari NOL, begitu pula mahasiswa. Kita memulai sesuatu dari botak, botak disini bermaksud Nol. Karena inilah awal pintu gerbang kita menuju masa depan kita yang sebenarnya, kita harus rubah sikap yang awal kurang dewasa harus jadi dewasa, itulah mengapa kita harus botak, eh memulai dari Nol agar hasilnya menjadi nilai 100. Semoga rapor akhir kisah cerita gue menjadi gambaran dari angka tersebut alias sukses di dunia maupun akhirat. Aminnn ya Allahh ….. 



readmore »»  
 
;